Banyak mimpi yang dirancang untuk dicapai, tapi banyak juga yang dirancang untuk sekedar menjadi bagian dari perjalanan hidup dan menemani masa kecil yang begitu menggebu untuk menjadi dewasa. Ada mimpi yang dirancang untuk dipatahkan oleh keadaan dan menjadi mimpi yang sebenar-benarnya mimpi, mimpi tanpa ada perwujudan nyata.
"GAPAI MIMPIMU SETINGGI LANGIT"
"GANTUNGKANLAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT"
"BERMIMPILAH SELAMA KAMU BISA DAN BUAT NYATA"
Dari semua itu yang kurangkum hanya bagian gantungkan cita-citamu setinggi langit, karena pada nyatanya hanya benar-benar digantung di langit yang sangat tinggi hingga lupa untuk kugapai karena terlalu tinggi.
Kadang kupikir Tuhan aneh, merancang pemikiran di otakku untuk terus bermimpi, bermain dengan imajinasi, dan dengan sesuatu yang ternyata hanya ilusi. diputarkan hari-hariku untuk menjadi seseorang yang penuh motivasi, tapi aku dijatuhkan oleh keadaan yang menjadi transisi.
Dari awal, Tuhan yang merancang jalan hidupku, hingga kadang aku marah, kadang aku kesal, dan tiba-tiba tertawa setelah kupikir ... ini jalan hidup yang kupilih dan tuhan meng-iya-kan apa yang kumau.
Setiap aku berdoa,
Selalu dijawab,
"Ya"
"Tunggu"
"Ku ganti dengan yang lebih baik"