yah, Duapuluhan.
Saat tidak melakukan apa - apa, saat hanya duduk diam dan merasa ganteng dengan rambut berantakan... terasa hidup. Kadang butuh senyap untuk merasakan kehadiran, dan tanda kehidupan itu sendiri. Berjuta kali kata - kata afeksi, selama kita terus lupa kemudian menyakiti diri sendiri lagi, ingatlah di suatu pagi kamu hanya duduk, dan bersyukur telah diberikan kehidupan -terlepas nanti akan kemana, terlepas bagaimana kehidupan akan membuat kamu berantakan, kamu disini, dan kamu hidup. itu cukup.
Kalo diperhatiin, makin dirapiin hidup tapi kok rasanya makin berantakan. Kadang pusing mikir; umur segini belom ngapain yang berarti gitu. Kadang yang lainnya; ya nafas aja udah syukur. They don't know what exactly you've been through. Asal berusaha sebisa dan semampunya, hasilnya bobrok apa cemerlang; bodo amat apa kata orang. Tapi.. mau sebodo amat apapun kadang juga tetep aja masih kepikiran dan ..itu wajar, kayanya emang banyak hal - hal yang perlu diresahkan dalam kehidupan ini. Umur segini belum punya kerjaan beneran, umur segini belum punya apa - apa, umur segini udah bisa ngapain aja. Ganggu juga sih dan kadang bisa bikin overthinking, tapi ya balik lagi kalo bisanya ya cuma bodo amatin, karena concern utamaku cuma; I want to be loved the way I am. Jadi selama itu masih berlangsung, resah yang lain minggir dulu.
Fase duapuluhan tuh yang pasti; umur akan terus bertambah, pertumbuhan badan akan terhenti. Jiwa muda ini yang diharapakan senantiasa masih ada walau nanti bertumbah tua, ia berkembang berdasarkan pengalaman. Tidak ada jaminan semakin tua akan semakin matang, sebab akan selalu ada masa untuk pertamakali, termasuk duapuluhan seseorang adalah pertama kali -bukan berarti ia ahli. Teman semakin sedikit, sibuk masing - masing, semakin sepi, jadi banyak yang tak percaya diri. Nikmati saja momentnya, pelan - pelan akan datang masanya. Masa depan belum tentu adanya yang seringkali bikin kita penasaran, -barangkali hari - hari yang kamu jalani saat ini lebih menarik.
0 comments