Menyeruput Waktu
By Kotak Kaca - March 17, 2020
Lelah, sangat lelah. Aku juga punya hak untuk menunggu. Aku tak ingin berlama, cangkir berisi waktu yang baru saja dihidangkan tak ingin kutunggu hingga dingin. Waktu delay pesawat sudah hampir habis dan aku harus pergi, menyeruput waktu yang hangat, berpeluk dunia yang dingin. Sedikit demi sedikit, embus napas membentuk kenang dirimu. Ah, mataku yang rabun
.
Seminggu tak ada kabarmu adalah sepi seribu tahunku. Aku terima hukuman karena tak datang meminta, sekali lagi aku hanya menggunakan hak untuk menunggu. Dan kini hak itu sudah kuletakkan bersama cangkir kosong, sisa setetes waktu yang tak sempat kutelan, sebentar lagi juga berakhir dihajar serangga atau dibawa oleh pramusaji berbaju putih
.
Aku sudah pergi, Sayang.
.
Terima kasih

0 comments